Gadis Cantik Pelajar SMP Yang Hamil Karena Diperkosa 6 Pria

Category : Berita
Berakhir 22 Desember 2016
Sponsored Ad

Kembali Lagi, Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur terjadi lagi. Kali ini menimpa seorang siswi SMP berinisial FN di Depok, Jawa Barat. Gadis remaja cantik yang baru berumur 16 tahun itu akhirnya ketahuan hamil akibat diperkosa secara bergilir oleh enam pemuda di satu stasiun di kawasan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor.

Sponsored Ad

Zentoni, kuasa hukum korban menjelaskan, kejadian naas ini bermula ketika korban diajak oleh teman prianya ke kawasan Pemda Bogor, untuk bermalam mingguan, pada pertengahan September 2014 lalu. Korban yang mulai mengantuk kemudian minta diantarkan pulang ke rumahnya di kawasan Sukmajaya, Depok.

Kisah Nyata Gadis Cantik Pelajar SMP Yang Hamil Karena Diperkosa 6 Pria

Gadis Cantik Pelajar SMP Yang Hamil Karena Diperkosa 6 Pria

“Nah, saat mau pulang itulah korban dicekoki minuman atau cairan khusus yang akhirnya membuat korban tidak sadarkan diri. Saat korban sudah tak sadar itulah, pelaku membawanya ke stasiun kereta yang memang dikenal sepi, di kawasan Kampung Sawah, Pondok Rajeg. Kejadiannya malam hari,” kata Zentoni saat membuat laporan di Mapolresta Depok, Kamis, tanggal 15 Januari 2015.

Sponsored Ad

Pelaku ternyata melakukan aksi bejat-nya tidak sendirian. Dia mengajak lima temannya untuk ikut menyetubuhi korban. Terungkapnya kasus ini setelah korban akhirnya mau berterus terang kepada keluarga.

“Karena ada perubahan fisik, perut korban yang terus membesar akhirnya korban berterus terang. Dia mengaku sudah diperkosa oleh temannya sendiri berinisial R, seorang pemuda yang sudah menikah,” kata Zentoni.

Berdasarkan keterangan R, akhirnya diketahui bahwa perbuatan bejat itu dilakukan secara beramai-ramai, ada lima orang lainnya.

Saat ini, kata pengacara dari LBH Bogor itu, kehamilan korban sudah menginjak usia delapan bulan. Perutnya yang kian membesar membuat korban depresi dan tampak takut bertemu dengan orang yang tak dikenal. Ironisnya lagi, korban pun terpaksa putus sekolah sejak masih SMP.

“Kasus ini sangat memprihatinkan, karena korban tergolong dari anak kurang mampu. Orang tuanya (ayah) hanya berprofesi sebagai petugas keamanan perumahan. Saya berharap polisi dapat segera bertindak cepat,” ujar Zentoni.

Kasus pemerkosaan secara bergilir tersebut kini ditangani Polresta Depok Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Polisi pun tengah menyelidiki kasus tersebut guna memburu seluruh pelaku.

Sponsored Ad

Incoming search terms:

Related Posts

Comments are closed.