Cerita 17 Bergambar Diperkosa di Ruang Tahanan

Category : Pengetahuan

bunyi tetes air itulah yang terdengar oleh Monica ketika kesadarannya pulih. Ia tidak tahu sudah berapa lama tak sadarkan diri dan ada di mana dirinya sekarang ini. Matanya terbuka dan mengejap-ngejap, ia menemukan dirinya terikat, kedua pergelangan tangannya terikat pada tambang yang menggantung di langit-langit. Ia berada di sebuah ruangan kosong berdinding beton yang hanya diterangi lampu bohlam 10 watt yang menggantung di tengahnya, seperti ruang interogasi di kantor polisi nampaknya.

Hasil gambar untuk Diperkosa
“Di mana? Di mana ini?” Monica bertanya pada dirinya sendiri setelah benar-benar sadar.
Ia meronta untuk melepaskan ikatannya, namun semua itu sia-sia, malah menambah rasa sakit pada pergelangan tangannya.
Rasa sakit masih terasa pada tubuhnya. Teringat lagi peristiwa terakhir ketika ia bersama konvoinya diserang pasukan militan Irak ketika sedang melintas di pinggiran kota Kirkuk, salah satu wilayah paling bergolak di negara itu. Monica Ryan (26 tahun) adalah salah seorang prajurit wanita muda yang ikut dalam iring-iringan pasukan Amerika yang membawa peralatan medis ketika itu. Sejak pendudukan Irak oleh pasukan Amerika dan sekutunya tahun 2003 yang lalu, kekerasan telah menjadi hal biasa di Negeri Seribu Satu Malam itu.

Tentara asing baik Amerika maupun negara sekutunya adalah target utama para gerilyawan Irak, baik dari sisa-sisa pendukung Saddam Husein, teroris Al Qaeda, maupun kelompok-kelompok militan lokal. Pada hari yang naas itu, Monica bersama teman-temannya disergap oleh sepasukan militan. Tembak-menembak pun tak terelakkan. Meskipun dilengkapi dengan persenjataan modern dan canggih, namun pasukan yang terdiri dari tentara-tentara muda yang kurang berpengalaman itu kalang kabut menghadapi serbuan ganas para militan, terutama setelah komandan mereka tewas tertembak. Dalam waktu yang relatif singkat hampir seluruh pasukan itu terbantai. Monica sendiri terhempas oleh ledakan mortir yang membuatnya tak sadarkan diri hingga terbangun menemukan dirinya terikat di tempat sekarang ini. Ia kini tinggal mengenakan kaos tanpa lengan berwarna hijau yang biasa dipakai di balik seragamnya, celana panjang coklat, dan sepatu bootnya.
“Haiii!! Lepaskan aku!! Siapa kalian!!” teriaknya sambil meronta
“Simpan saja suaramu, tidak akan ada yang dengar!” kata sebuah suara wanita seiring dengan membukanya pintu tidak jauh di sebelahnya.
“Siapa kamu? Mau apa kamu!” jerit Monica pada perempuan berusia empat puluhan yang mengenakan kerudung hitam itu, “mana teman-teman saya?”
“Teman-temanmu? Hahaha….!!” wanita itu tertawa-tawa, “mereka semua sudah habis sayang…cuma kamu dan satu orang pria bernama…Smith yang kami tangkap, dan omong-omong mereka baru saja memenggalnya kemarin”
“Kurang ajar!! Dasar binatang!!” geram Monica meronta hendak menghajar wanita berkerudung itu tapi apa daya tangannya terikat dan wanita itu berada di luar jangkauan tendangnya sehingga ia hanya menendang angin yang menyebabkan ikatan di pergelangan tangannya semakin erat dan menyakitkan.

Incoming search terms:

Related Posts